Diancam Dibekukan, Presiden FAM Mengundurkan Diri

tengkuabdullahi

Pertikaian antara federasi sepakbola dengan pemerintah tidak hanya terjadi di indonesia, tapi terjadi juga di negara tetangga Malaysia. Ancaman pembekuan federasi oleh Menteri Olahraga ditanggapi dengan mundurnya presiden Federasi Sepakbola Malaysia (FAM) dari posisinya.

Gejolak di persepakbolaan nasional muncul usai kekalahan telak timnas Malaysia dari Uni Emirat Arab dengan skor 0-10 dalam Kualifikasi Piala Dunia 2018 di Mohamed Zayed Stadium, Kamis (3/9) pekan lalu.

Kekalahan terbesar sepanjang sejarah ‘Harimau Malaya’, setelah 2-8 dari Selandia Baru pada 1967, membuat FAM dikritik keras dan masyarakat sepakbola di sana pun menuntut adanya perombakan total.

Tak cuma itu, kekalahan itu juga membuat Menteri Olahraga Malaysia, Khairy Jamaluddin, kesal bukan kepalang dan lantas memberi ancaman untuk membekukan FAM jika tidak dilakukan perubahan.

“Saya akan memanggil pejabat FAM untuk memberikan laporan lengkap tentang kekalahan telak itu dan jika mereka masih memberi alasan yang sama, saya tidak punya pilihan lain selain mengambil alih tampuk pimpinan di sana, tentunya setelah saya memiliki bukti cukup untuk melakukannya,” ujar Khairy seperti dikutip dari Football Channel Asia kemarin.

“FAM harus mulai bertanya kepada diri mereka sendiri, apakah mereka memang seharusnya berada di sana dan berpura-pura seperti tidak ada yang terjadi, bahkan setelah tragedi memalukan yang terjadi itu. Jika FAM terus berpura-pura seperti tidak ada apapun yang terjadi, dan memakai alasan yang sama lagi, maka saya tidak punya pilihan lain lagi selain memakai opsi terakhir, yakni membekukan FAM,” sambungnya.

Tepat sehari setelah ancaman dari Khairy tersebut, presiden FAM, Tengku Abdullah Sultan Ahmad Shah, memutuskan meletakkan jabatannya

“Saya kan mundur secara bertahap karena masih banyak yang harus saya selesaikan di FAM sebelum saya benar-benar mengundurkan diri. Dan itu memudahkan banyak pihak. Saya menyarankan FAM untuk menunjuk Datuk Seri Afandi Hamzah (wakil presiden FAM) sebagai pelaksana tugas presiden karena saya tidak mau lagi berperan aktif di FAM,” ujar Abdullah yang juga dilansir Football Channel Asia.

Mundurnya Abdullah ini mengikut jejak pelatih Malaysia, Dollah Salleh, yang mundur sehari setelah kekalahan memalukan dari UEA tersebut. FAM kemudian menunjuk pelatih timnas U-23, Ong Kim Swee sebagai pelatih sementara Malaysia, untuk laga Kualifikasi Piala Dunia 2018 melawan Arab Saudi hari ini.

Abdullah, yang masih keturunan kesultanan Pahang, sebenarnya baru memimpin FAM pada 2014 lalu menggantikan Sultan Haji Ahmad Shah.

King Akan Lindungi Bale dari Tekel Keras Lawan

walesbal

Gelandang Wales, Andy King menggaungkan perang urat syaraf ke kubu Siprus jelang duel pekan ketujuh grup B kualifikasi Piala Eropa 2016 di Stadion Neo GSP, Nicosia, Jumat (4/8).

Pemain temperamental ini mewanti-wanti agar para pemain Siprus jangan coba-coba menekel, atau mengintimidasi pemain andalan Wales, Gareth Bale. Jika hal itu tetap dilakukan, kata King, ia tak akan segan-segan menendang balik para pemain Siprus.

Saat kedua tim bertemu 14 Oktober lalu, laga memang berlangsung sangat panas. Para pemain Siprus dengan segala cara berusaha mematikan Bale yang jadi motor tim Wales. Dalam tempo lima menit saat pertandingan baru dimulai, Bale sudah dua kali ditekel lawan.

Total, kubu Siprus melakukan 16 kali pelanggaran yang hampir semuanya ditujukan untuk pemain Real Madrid tersebut. Laga itu berakhir 2-1 untuk kemenangan Wales, dimana Bale memberikan satu asis.

King sendiri harus diusir dari lapangan setelah ia “menghakimi” dengan cara melanggar Constantinos Makridis yang sebelumnya kerap menekel Bale.

“Saat pertemuan pertama mereka menjadikan Bale sebagai sasaran, dan terus berusaha menguncinya. Saya melihat ia berkali-kali ditekel dengan kasar. Kini bermain di kandangnya sendiri, bukan tak mungkin mereka akan melakukan hal yang sama. Dan saya tak segan-segan menghukum mereka jika melakukan hal seperti itu,” ujar Gelandang Leicster City ini di The Independent.

King mengakui saat laga pertama itu dirinya tersulut emosi. Kartu merah itu membuatnya absen di dua laga selanjutnya. Namun, ia mengaku tak kapok jika harus kembali melakukan tekel serupa kepada pemain lawan.

“Kita harus bersiap. Saat kita menghadapi tim yang ingin menendang kita, mereka harus paham bahwa kita juga siap menendang mereka kembali,” katanya mengancam.

Bermaterikan para pemain dengan skill individu cemerlang, pasukan asuhan Chris Coleman ini belum terkalahkan. Bale harus diakui jadi salah satu pemain kunci Wales dimana ia telah menyumbangkan lima gol, dari delapan gol Wales, dari enam laga penyisihan grup saat ini.

Walhasil, Wales pun kini nyaman bertengger di posisi teratas grup B dengan 14 poin dibuntuti Belgia dengan poin 11, dan Israel serta Siprus dengan poin sembilan. Mereka punya peluang besar untuk lolos setelah sejak tahun 1958 tak pernah lagi mengikuti kompetisi mayor.

Mantan penyerang Wales, Craig Bellamy mengamini peran vital Bale. Namun, katanya, bukan berarti bahwa The Dragons hanya tergantung pada aksi winger 26 tahun itu. “Ia pemain terbaik Wales sepanjang sejarah. Ia bisa menciptakan peluang dari situasi yang biasa-biasa saja. Namun, tetap saja tim adalah segalanya. Tanpa dukungan rekannya, Bale tak bisa apa-apa,” ujar mantan penyerang Liverpool tersebut.

Siprus di bawah asuhan Pambos Christodoulou tampil jadi tim yang atraktif. Mereka mengemas sembilan poin hasil kemenangan back-to-back atas Andorra, dan kemenangan tandang atas Bosnia-Herzegovina. Bagaimana atraktifnya tim kuda hitam ini terlihat dari statisik dimana mereka mencetak 12 gol tapi kebobolan sebelas gol.

Mereka punya trisula tajam, Nestoras Mitidis, Georgios Efrem, dan Demetris Christofi. “Kami adalah generasi baru Siprus. Dikombinasikan dengan para pemain berpengalaman, kami akan menjadi ancaman untuk tim mana pun,” kata Efrem mewanti-wanti.

Mascherano Teringat Transformasi Posisinya di Barcelona

macscherano

Pada awal kedatangannya, Gelandang asal Argentina,  Javier Mascherano diprediksi bakal mengalami kesulitan untuk bisa menembus persaingan lini tengah Barcelona. Namun setelah lima tahun berjalan, Mascherano selalu jadi pilihan reguler di Barcelona, meskipun ia harus mengubah posisinya menjadi palang pintu pertahanan.

Saat Mascherano datang, lini tengah Barcelona sudah diisi oleh trio Sergio Busquets-Xavi Hernandez-Andres Iniesta. Mascherano pun harus menerima nasib bahwa dirinya harus bersabar untuk bisa dipercaya Pep Guardiola.

Dan hal itulah yang tergambar di awal karier Mascherano di Barcelona. Mascherano lebih sering tampil sebagai pemain pengganti. Perubahan mulai terjadi di pengujung musim 2010/2011 saat Mascherano mulai dicoba dimainkan sebagai bek tengah oleh Guardiola.

Melihat penampilan impresif Mascherano di jantung pertahanan, Guardiola pun terus memberikan kepercayaan pada Mascherano dan akhirnya tempat di link belakang mutlak jadi miliknya.

“Ketika itu banyak bek tengah Barcelona yang cedera sedangkan Sergio Busquets makin memantapkan posisinya di lini tengah.”

“Guardiola menyadari karakter permainan saya dan kekuatan fisik yang saya miliki. Hal itu yang membuatnya yakin menaruh saya di palang pintu pertahanan,” tutur Mascherano mengenang seperti dikutip dari Radio Metro.

Mascherano datang ke Barcelona setelah sukses jadi bagian penting di Liverpool. Namun sejak awal ia sadar bahwa tak mudah baginya mendapatkan tempat di Barcelona.

“Saya sadar bahwa ketika saya datang ke Barcelona, status saya saat itu hanyalah sebagai pelapis dan sulit bagi saya untuk mendapatkan posisi di lini tengah.”

“Tentu saja saya sangat ingin bisa bersaing dan memperebutkan posisi di lini tengah namun salah satu pemain terbaik yang pernah ada bermain di posisi saya yaitu Busquets,” kata Mascherano.

Salah satu hal lain yang mendorong Mascherano tak patah arang saat ‘diturunkan’ menjadi bek adalah posisinya sebagai kapten Argentina ketika itu.

“Di Argentina, saya menjabat sebagai kapten dan saya harus bisa mempertahankan posisi saya di tim inti. Seiring waktu berlalu, akhirnya saya mampu melakukannya,” kata Mascherano yang sebelumnya berkostum Liverpool ini.

Dengan usia telah menginjak 31 tahun, Mascherano mantap mengatakan bahwa dirinya ingin bisa jadi seorang pelatih.

“Ketika menjadi pemain, beberapa hal akan terlihat lebih mudah. Hal itu kemudian menjadi lebih kompleks saat dirimu berperan di sisi berbeda salah satunya menjadi pelatih.