Pedro Ucapkan Selamat Tinggal pada Barcelona

TBILISI, GEORGIA - AUGUST 11:  Pedro of Barcelona  kisses the UEFA Cup trophy as Barcelona celebrate victoy during the UEFA Super Cup between Barcelona and Sevilla FC at Dinamo Arena on August 11, 2015 in Tbilisi, Georgia.  (Photo by Chris Brunskill/Getty Images)

Terungkap sudah teka – teki masa depan winger Barcelona, Pedro Rodriguez. Sempat dikaitkan dengan Manchester United, Pedro dengan mantap memilih Chelsea sebagai tempat melanjutkan karier. Sangat panjang perjalanan Pedro Rodriguez bersama Barcelona. Setelah 10 tahun dan 20 trofi akhirnya pemain berusia 28 tahun itu mengucapkan selamat tinggal kepada klub yang telah membesarkan namanya.

Pedro memulai jalan hidupnya sebagai pesepakbola bersama CD San Isidro, sebuah klub lokal di tempat kelahirannya di Tenerife. Sekitar tahun 2005, ketika usianya 17 tahun, dia baru bergabung dengan Barcelona C.

Ia harus menunggu sampai Januari 2008 untuk melakoni debut bersama tim utama. Ketika itu, Pedro sudah mengenyam pengalaman bersama Tim C dan Tim B dari Barcelona.

Kendati sudah bermain di tim utama selama dua musim berurutan, dari 2007/2008 hingga 2008/2009, baru pada 2009/2010 ia benar-benar menjadi pemain reguler La Baulgrana. Dan pada musim itu, penampilan Pedro sangat impresif.

Dari 52 kali bermain di semua kompetisi, Pedro sukses mencetak 23 gol. Ia turut membantu Barca menjuarai La Liga, Piala Super Eropa, dan Piala Dunia Antarklub. Khusus untuk Piala Super Eropa musim itu, Pedro jadi penentu lewat gol tunggalnya ke gawang Shakhtar Donetsk.

Sepuluh tahun bukanlah waktu yang singkat. Kendati banyak pemain bintang datang dalam beberapa musim terakhir, Pedro memilih untuk tetap bertahan. Meskipun itu artinya dia harus menepi ke bangku cadangan.

Meski tidak menjadi pemain utama, Pedro tidak terlupakan. Tentunya Publik masih ingat ketika Barca frustasi untuk mencetak gol di pergelaran Piala Super Eropa musim ini, pelatih Luis Enrique langsung memainkannya. Hasilnya, Pedro kembali jadi penentu. Barca pun sukses mengalahkan Sevilla 5-4 pada waktu babak tambahan dan tampil sebagai juara.

Trofi Piala Super Eropa edisi 2015 pun menjadi trofi terakhir yang dipersembahkan Pedro untuk Barcelona. Kini, dia telah pindah ke Chelsea dan mengaku bertekad mengejar trofi-trofi lainnya bersama klub anyarnya itu.

“Terima kasih semuanya! Terutama untuk Barcelona yang telah membawa saya ke level ini sampai bergabung dengan Chelsea,” ujar Pedro seperti dilansir Marca.

Jose Mourinho : Tidak Sekarang Tapi di Masa Depan

dreva

Manajer Chelsea, Jose Mourinho membantah kabar tentang dirinya yang akan memberhentikan Dokter Eva Carneiro dan fisioterapis Jon Fearn dari pekerjannya di skuad utama Chelsea. Mereka dapat kembali ke posisinya di bangku cadangan tim , tapi tidak dalam laga versus Manchester City.

Dalam jumpa pers pra-pertandingan yang berlangsung beberapa saat lalu, Mourinho telah mengkonfirmasi dokter tim pertama Eva Carneiro dan fisioterapis tim pertama Jon Fearn tidak akan berada di bangku cadangan untuk pertandingan hari Minggu melawan Manchester City, tetapi The Special One membuka pintu bagi keduanya untuk kembali lagi dimasa depan.

Pada konferensi pers itu sang manajer membacakan pernyataan sebuah pernyataan pers tertulis, menyikapi kemarahannya atas staf medis setelah pertandingan akhir pekan lalu melawan Swansea.

“Dr Jon Fearn dan Dr Eva Carneiro tidak akan berada di bangku cadangan tapi itu tidak berarti akan begitu sampai sisa musim ini,” katanya.

“Keputusan saya tidak berarti mereka tidak akan berada di bangku cadangan di masa depan. Jika Anda ingin berbicara dengan saya tentang sepak bola, saya ada di sini. Jika Anda ingin bertanya tentang hal-hal lain, saya tidak di sini.”

Ketika ditanya apakah ia menyesali ucapannya terhadap tim medis tersebut, Mourinho menjawab: “Anda dapat mengambil kesimpulan sendiri. Hubungan saya dengan semua orang yang bekerja dengan saya, atau mayoritas dari mereka adalah sebuah hubungan yang terbuka, itu terbuka untuk perbedaan pendapat.”

“Ini adalah masalah emosi jika ada reaksi buruk. Sepak bola adalah sepak bola dan pertandingan adalah pertandingan dan segala sesuatu di pertandingan bisa berbeda. Setelah pertemuan saya dengan departemen medis, umpan balik yang saya terima, itu memungkinkan kami untuk memiliki hubungan semacam ini.”

“Saya ingin mengatakan saya memiliki departemen medis yang fantastis, yang dipimpin oleh Dr Paco Biosca. Saya memiliki hubungan yang baik dengan mereka. Dengan lebih dari selusin profesional dokter, fisioterapis, pemijat. Saya memiliki hubungan yang sangat baik dengan mereka. Mereka memberitahu saya sepanjang waktu bahwa mereka tidak pernah dipuji sebanyak itu kecuali oleh saya dalam dua tahun terakhir.”

“Biasanya ada hal-hal yang manajer simpan untuk diri mereka sendiri, namun saya memuji mereka banyak kali dalam beberapa tahun terakhir dan mereka tidak lupa itu.”

“Mereka juga mengatakan kepada saya bahwa kita telah memiliki perbedaan pendapat selama periode itu, kita perlu perbedaan pendapat untuk memperbaiki diri. Kami bekerja sama dan kami memperbaiki bersama-sama, itu adalah cara kita melakukan sesuatu. Ini adalah hubungan yang terbuka untuk perselisihan.”

Inter Milan Akan Terus Belanja Pemain

AppleMark

Presiden Inter Milan, Erick Thohir, mengatakan bahwa klubnya belum berhenti melakukan belanja pemain di bursa transfer musim panas ini. Inter masih mencari pemain yang dibutuhkan Roberto Mancini guna memperbaiki lini yang dianggap perlu. Kegiatan ini dilakukan agar memenuhi ambisi skuat Nerrazzuri menembus Liga Champions musim depan.

Seperti diketahui sejak bursa transfer pemain di buka awal bulan ini, Inter setidaknya sudah memboyong lima pemain anyar. Kelima pemain tersebut ialah Joao Miranda, Jeison Murillo, Geoffrey Kondogbia, Martin Montoya, hingga Jonathan Biabiany.

Meski sudah mengeluarkan banyak uang untuk membeli pemain – pemain yang dibutuhkan, Inter disebut belum berhenti beraktivitas di bursa transfer kali ini. Bahkan, Thohir menegaskan bahwa klubnya masih memiliki rencana menambah dua hingga tiga pemain anyar lagi, semua itu demi menlancarkan rekonstruksi klub agar berjalan di jalur yang benar.

Ucapan Thohir terbukti ketika media mengabarkan bahwa Inter juga melakukan pendekatan dengan mantan bek Juventus, Domenico Criscito yang sedang mengalami kondisi sulit bersama klubnya sekarang yaitu Zenit Saint Petersburg. Menurut kabar yang berhembus, Inter akan menggunakan situasinya untuk memboyongnya ke Milan. Kedatangan Domenico Criscito akan menambah kuat lini pertahanan mereka sekaligus menyelamatkan karier sang pemain di Timnas Italia. Maklum, sang pemain yang bisa beroperasi di center back dan fullback kiri bertekad ingin dipilih Antonio Conte untuk ikut di ajang Euro 2016 yang berlangsung di Prancis.

“Bursa transfer baru saja dibuka, dan kami masih memiliki waktu sekitar 40 hari untuk beraktivitas. Kami berencana untuk memanfaatkan sisa waktu tersebut agar mendapatkan setidaknya dua sampai tiga pemain baru ke skuad kami salah satunya yang menjadi rumor adalah Domenico Criscito, tapi saat ini dia bukan pemain Inter, jadi tunggu saja perkembangannya,” ucap Thohir

“Untuk saat ini, yang terpenting adalah bagaimana pelatih Roberto Mancini mempersiapkan skuadnya. Sebab musim ini harus lebih baik dibandingkan musim lalu. Para pemain juga harus mengerti tuntutan yang diberikan klub kepada mereka,” imbuh pengusaha asal Indonesia tersebut.

WNI Pengatur Skor SEA Games 2015 Mantan Pengadil Lapangan

Nasiruddin

Nasiruddin, WNI yang terlibat pengaturan skor ( match fixing ) pada SEA Games 2015 di Singapura. PSSI mengungkap bahwa pria 52 tahun ini adalah mantan wasit atau yang kita kenal pengadil lapangan.

Nama Nasiruddin langsung menjadi sorotan publik akibat perbuatannya yang tidak terpuji itu. Hanya butuh waktu kurang dari dua bulan, Biro Investigasi Praktik Korupsi Singapura bisa mengungkap namanya sebagai orang yang terlibat pengaturan skor.

Menurut keterangan tim media agen bola PSSI di Jakarta, Rabu (22/7/2015), Nasiruddin adalah sosok yang aktif dengan persepakbolaan Indonesia. Dia pernah menjadi wasit Indonesia dari unifikasi PSSI 17 Maret 2013.

Keterlibatan Nasiruddin dalam praktik pengaturan skor pada SEA Games 2015 ternyata bukan pertama kalinya, karena pada SEA Games 1997 di Jakarta, dia juga terbukti ikut. Kasus itu juga menyeret nama Djafar Umar yang saat itu menjabat sebagai wakil ketua Komisi Wasit PSSI pada 1998. Dia terbukti menerima suap dan dilarang aktif di sepak bola selama 20 tahun.

Nasiruddin pernah dihukum larangan beraktivitas dalam dunia sepak bola Indonesia selama 10 tahun. Tetapi ironisnya, mantan wasit tersebut kini terjerat kasus sama, dan oleh pengadilan Singapura divonis 30 bulan penjara.

Juru bicara PSSI, Tommy Welly, mengaku gembira mendengar kabar pengungkapan kasus Nasiruddin itu. Dia mengapresiasi ketegasan penegak hukum Singapura yang langsung menindak, mengeksekusi, dan menjatuhkan hukuman bagi oknum pelaku pengaturan skor tanpa berlama-lama membiarkan hal itu menjadi isu di masyarakat.

Kasus yang menjerat Nasiruddin terjadi saat pertandingan babak penyisihan SEA Games 2015 di Singapura antara Malaysia dengan negara Timor Leste pada 30 Mei. Nasiruddin bersekongkol dengan dua orang lainnya menyuap direktur teknik Timor Leste, Orlando Marques Henriques Mendes, agar kalah dari Malaysia. Imbalannya 11.000 dollarAS dan Malaysia menjadi pemenang dengan skor tipis 1-0.

“Singapura tidak memberi toleransi pada korupsi, dan pengaturan skor dalam bentuk apa pun tidak akan dimaafkan,” demikian pernyataan CPIB seperti diberitakan AFP.

Kasus mantan wasit Indonesia yang divonis bersalah oleh pengadilan Singapura itu menambah daftar panjang permasalahan sepak bola Indonesia mengingat Indonesia saat ini masih mendapatkan sanksi dari FIFA.