Cedera Pengaruhi Prestasi Tim

maria

Prestasi klub selalu dipengaruhi oleh performa pemain – pemain pilar, absennya pemain pilar mampu membuat manajer tim bingung, karena harus mencari lagi komposisi pemain dan strategi yang akan dipakai, apalagi partai yang dilakoni adalah partai penting seperti perebutan tiket Liga Champions.

Contoh lain adalah Arsenal , Catatan cedera juga memengaruhi performa Arsenal. Tim asuhan Arsene Wenger meraup rata-rata 2,43 poin per laga pada paruh kedua kompetisi. Bandingkan dengan paruh pertama, saat mereka cuma meraih rata-rata 1,74 poin per partai lantaran diganggu badai cedera.

Manchester United menjadi tim paling menderita karena cedera sepanjang Premier League 2014-15. Sedangkan gelandang dan bek menjadi posisi yang paling sering diserang cedera. Karena badai cedera yang kerap menghampiri, prestasi tim yang berjuluk The Red Devils sangat merosot tajam.

Temuan itu terlihat dari survei yang dilakukan Ben Dinnery, pendiri Premier Injuries Ltd. Sosok yang kerap disebut sebagai pakar cedera tersebut, melakukan riset mendalam terkait jumlah cedera dialami setiap tim, periode paling riskan, posisi paling rentan, dan bagian tubuh paling rawan.

Hasilnya, MU mengalami 55 kali cedera sepanjang musim 2014-15. Inilah jumlah tertinggi dibandingkan 19 kontestan Premier League lainnya. Di bawah Manchester United, ada Everton (45) dan Arsenal (42). Sedangkan sang juara Chelsea hanya menempati peringkat kedelapan dari bawah dengan catatan 30 kali cedera.

Riset Dinnery juga menunjukkan, lima klub besar yaitu Manchester City, Arsenal, MU dan Tottenham Hotspur mengalami lebih banyak cedera pada paruh pertama kompetisi. Ini bisa dimaklumi mengingat tak ada jeda musim dingin. Terbukti, sebagian besar cedera terjadi pada Desember.

Belum lagi banyak pemain Premier League yang ambil bagian pada Piala Dunia 2014. Gara-gara Piala Dunia pula, pemain Jerman dan Argentina menderita. Pemain dari negara finalis Piala Dunia ini harus absen antara 38 dan 40 hari ketika mengalami cedera.

Sementara itu, gelandang dan striker menjadi posisi yang paling sering mengalami cedera. Dari seluruh cedera yang terjadi pada Premier League 2014-15, 40 persen di antaranya dialami gelandang. Sedangkan cedera untuk pemain belakang mencapai 36 persen.
Cedera yang menimpa gelandang dan bek itu juga memakan waktu penyembuhan lama. Ambil contoh Steven Pienaar (absen 225 hari), Mathieu Debuchy (192 hari), Luke Shaw (120 hari), Samir Nasri (102 hari) dan John Obi Mikel (92 hari).

Para bek dan gelandang Premier League juga harus mewaspadai bagian paha dan lutut. Sebab, dua bagian tubuh ini kerap jadi momok sepanjang musim 2014-15. Masih berdasarkan riset Dinnery, 26 persen dari semua cedera menyerang paha, lalu lutut sebesar 16 persen.

Bila ditilik lebih lanjut, ada korelasi antara posisi pemain dan bagian tubuh yang cedera. Pienaar dan John Obi Mikel absen panjang karena cedera lutut. Sedangkan Shaw berkutat di ruang perawatan lantaran masalah paha.