Mascherano Teringat Transformasi Posisinya di Barcelona

macscherano

Pada awal kedatangannya, Gelandang asal Argentina,  Javier Mascherano diprediksi bakal mengalami kesulitan untuk bisa menembus persaingan lini tengah Barcelona. Namun setelah lima tahun berjalan, Mascherano selalu jadi pilihan reguler di Barcelona, meskipun ia harus mengubah posisinya menjadi palang pintu pertahanan.

Saat Mascherano datang, lini tengah Barcelona sudah diisi oleh trio Sergio Busquets-Xavi Hernandez-Andres Iniesta. Mascherano pun harus menerima nasib bahwa dirinya harus bersabar untuk bisa dipercaya Pep Guardiola.

Dan hal itulah yang tergambar di awal karier Mascherano di Barcelona. Mascherano lebih sering tampil sebagai pemain pengganti. Perubahan mulai terjadi di pengujung musim 2010/2011 saat Mascherano mulai dicoba dimainkan sebagai bek tengah oleh Guardiola.

Melihat penampilan impresif Mascherano di jantung pertahanan, Guardiola pun terus memberikan kepercayaan pada Mascherano dan akhirnya tempat di link belakang mutlak jadi miliknya.

“Ketika itu banyak bek tengah Barcelona yang cedera sedangkan Sergio Busquets makin memantapkan posisinya di lini tengah.”

“Guardiola menyadari karakter permainan saya dan kekuatan fisik yang saya miliki. Hal itu yang membuatnya yakin menaruh saya di palang pintu pertahanan,” tutur Mascherano mengenang seperti dikutip dari Radio Metro.

Mascherano datang ke Barcelona setelah sukses jadi bagian penting di Liverpool. Namun sejak awal ia sadar bahwa tak mudah baginya mendapatkan tempat di Barcelona.

“Saya sadar bahwa ketika saya datang ke Barcelona, status saya saat itu hanyalah sebagai pelapis dan sulit bagi saya untuk mendapatkan posisi di lini tengah.”

“Tentu saja saya sangat ingin bisa bersaing dan memperebutkan posisi di lini tengah namun salah satu pemain terbaik yang pernah ada bermain di posisi saya yaitu Busquets,” kata Mascherano.

Salah satu hal lain yang mendorong Mascherano tak patah arang saat ‘diturunkan’ menjadi bek adalah posisinya sebagai kapten Argentina ketika itu.

“Di Argentina, saya menjabat sebagai kapten dan saya harus bisa mempertahankan posisi saya di tim inti. Seiring waktu berlalu, akhirnya saya mampu melakukannya,” kata Mascherano yang sebelumnya berkostum Liverpool ini.

Dengan usia telah menginjak 31 tahun, Mascherano mantap mengatakan bahwa dirinya ingin bisa jadi seorang pelatih.

“Ketika menjadi pemain, beberapa hal akan terlihat lebih mudah. Hal itu kemudian menjadi lebih kompleks saat dirimu berperan di sisi berbeda salah satunya menjadi pelatih.